“Calon Ibu/ayah” bukan “Calon Istri/suami”

ayah, istri, suami,

Kehidupan Baru telah kumulai beberapa bulan yang lalu, aku telah memutuskan perkara penting dalam hidupku, yaitu memilih “calon ibu” bagi anak-anakku kelak, tentu teman-teman bertanya kenapa “calon ibu” bukan istri…#!#

 

Teman, dahulu orientasi ku ketika mencari pasangan hidup adalah mencari istri, mencari istri dan istri, tapi ditengah perjalanan aku mendapatkan pencerahan sehingga memutuskan untuk mengubahnya menjadi mencari “calon ibu” bagi anak-anakku. Karena ada point penting dari perkara itu yang harus teman-teman tahu, kalau mencari “calon ibu” anda tidak hanya dapat calon ibu, tapi secara otomatis istri pun akan anda dapatkan. Tapi kalau orientasi anda ketika mencari pasangan hidup adalah mencari istri, maka mungkin istri akan anda dapatkan, tapi calon ibu yang baik dan tepat bagi anak-anak anda kelak belum tentu anda dapatkan.

 

Nah, itulah alas an kenapa sekarang anda harus merubah orientasi ketika mencari pasangan hidup anda, dari mencari istri/suami menjadi mencari calon ibu/ayah bagi anak-anakku kelak. Dan yang tak kalah penting bagi yang masih proses pencarian adalah senantiasalah meningkatkan kualitas diri (amal terutama), karena janji Allah, laki-laki baik adalah untuk perempuan baik, begitu juga sebaliknya.

 

Semoga bermanfaat.

 

Happy Share

Sebuah Tips Menghafal dari Imam Syafii

cara ingatan super, cepat ingat

Mungin sudah banyak cara yang anda tahu untuk menghafal atau mengingat sesuatu dengan mudah, mungkin anda pernah dengar super genius memory, ataupun seminar sejenis lainnya.

Namun untuk mengikuti setara seminar seperti itu tentunya anda harus merogoh banyak kocek anda. 🙂

Pernahkah dengar bagaimana seorang imam mazhab besar dalam islam yaitu Imam Syafii dapat menghafal sebuah kitab yang setebal Al-quran hanya dalam 1 malam. Mungkin jika saya berkata cerita Nabi, maka anda katakan “ah itukan Nabi”, lalu jika saya katakan cerita sahabat, anda juga katakan “ah itukan sahabat”, nah kali ini saya cerita seorang manusia biasa yang sama seperti kita. Artinya apa? Berarti hal tersebut tidak mustahil bagi kita.

Mungkin anda bertanya, kok bisa ya menghafal kitab setebal itu dengan hanya 1 malam? Selain kebersihan hatinya tentunya, mesti ada rahasia lain dibalik itu.

Dalam riwayat lain, diceritakan metode yang digunakan Imam Syafii adalah mengulang sebanyak 40 kali setiap sesuatu yang ingin beliau hafal.

Mungkin anda pernah mengetahui bagaimana shalat arbain (40 waktu) di madinah dalam 8 hari. Maksudnya apa? Maksudnya agar sepulang haji tidak berat untuk berjamaah, itulah juga mungkin yang menyebabkan spesialnya bilangan 40.

Mungkin anda bisa mencobanya, karena saya juga pernah mencobanya untuk menghafal sesuatu, diulang 40 kali dan setelah itu dengan mudah saya bisa menghafalnya.

Begitu juga jika anda ingin agar tidak berat untuk melakukan sesuatu. Gunakanlah cara itu, saya ambil contoh jika anda ingin mudah untuk shalat tahajud, coba anda latihan untuk tiap malam selama 40 malam cukup 2 rakaat saja. InsyaAllah setelah 40 hari maka anda akan mudah untuk melaksanakan shalat Tahajud.

Selain tips ini bisa untuk masalah agama seperti yang sudah saya utarakan, cara ini juga bisa anda terapkan dalam hal pelajaran, mendidik anak, dll.

Selamat mencoba

Syamsul 🙂

Indahnya Kejujuran

Seberapa jauh indahnya kejujuran menurut anda?

Satu ketika ada kejadian lucu yang cukup menggelitik saya ketika itu, disuatu malam ba’da magrib tepatnya saya dan seorang teman melakukan silaturrahmi ke tetangga-tetangga masjid yang masih jarang terlihat dimasjid (tidak enak jika menyebut tidak pernah), nah sampailah saya disebuah rumah, selepas salam diucapkan, muncullah seorang anak kecil berusia kitaran 5 tahunan, lalu dengan susunan kata yang masih belum teratur menanyakan “cali sapa om?”. :-), papanya ada jawabku, lalu sang anak berlasi menuju kedalam rumah, selang berapa menit anakpun keluar sambil berkata “om, kata papa, papanya gak ada”, #?!#*

Sambil menahan tawa, kami pun sampaikan kepada sang anak, bilang ke papa, anak kecil jangan diajarin boong ya, hahahaha….

Keluguan, kepolosan sang anak menunjukkan seolah ia tidak paham apa itu bohong dan kebohongan. Betapa indahnya bukan? Sebaliknya coba anda bayangkan, jika seorang anak berusia 5 tahun sudah pintar bohong,,, gak banget kan jadinya (pinjem bahasa gaul anak sekarang) 🙂

Dengan kejujuran, kita akan merasa lega dari perasaan bersalah karena berbohong. Walaupun kadang ada kalanya kebohongan itu diperlukan, tapi disini kita tidak membicarakan pengecualin itu.

Dengan kejujuran, anda akan bisa berkembang dengan mudah. Coba bayangkan ketika anda masuk kesebuah pekerjaan, lalu sang bos tanya “apakah anda bisa dengan hal ini?” Lalu anda berkata bahwa anda bisa, padahal anda tidak bisa, bukankah ketidak jujuran seperti itu karena lebih mementingkan gengsi akan menambah masalah baru bagi anda? Jika anda mau jujur tapi tetap tidak menurunkan nilai jual anda, mungkin anda bisa katakan, “maaf pak, saya belum bisa, tapi saya akan mempelajarinya segera pak”. Gimana, lebih enak bukan?

Dengan kejujuran anda tak perlu bingung mencari alasan-alasan yang dibuat-buat, berbeda ketika anda melakukan kebohongan sekali saja, maka hal tersebut akan memancing untuk timbulnya kebohongan-kebohongan yang lain.

So teman, mari kita biasakan jujur dan mulai menanamkan kejujuran kepada orang-orang terdekat kita.
Karena kejujuran itu indah dan orang yang jujur disayang Allah.

Syamsul 🙂

Antara profesionalisme dan kebersamaan

Jika anda ditempatkan diantara dua pilihan, lebih mengedepankan profesionalisme atau kebersamaan? Yang manakah anda pilih.

Artikel ini saya tulis berdasarkan analisa dan pandangan saya pribadi. Apabila ada yang tidak sependapat, it’s okay. Silahkan berkomentar disini.

Awal niatan ingin menulis artikel tentang ini, ketika mengingat diskusi saya bersama seorang teman beberapa waktu lalu, singkat cerita, dia mengatakan “saya lebih mementingkan kebersamaan daripada profesionalisme yang mungkin bisa mengakibatkan kerenggangan hubungan”, ungkapnya yang masih terngiang-ngiang di ingatan saya.

Saya hargai pendapatnya dan pola pikirnya. Tanpa menyela langsung dihadapannya, karena bagi saya diposisi dia sebagai leader dilapangan untuk sebuah kerjaan yang profit, sikap seperti itu sangat berbahaya.

Karena hemat saya, didalam sebuah team kerja profesional sebenarnya profesionalismelah yang harus dikedepankan, karena seyogyanya ketika seseorang memutuskan untuk memasuki dunis kerja profesionalisme maka berarti dia sudah siap untuk bersikap secara profesional, namun kenyataan banyak yang tidak siap dengan hal ini.

Berbeda ketika kita bekerja dalam sebuah team yang tergabung untuk sebuah organisasi non profit, tentunya dalam hal ini kebersamaanlah yang perlu dijaga, karena keberadaan setiap orang di dalam team organisasi tersebut berlandaskan sukarela. Akan sangat fatal jika selalu mengedepankan keprofesionalan dalam menyelesaikan setiap masalah (walau memang sikap itu dibutuhkan kadang kala). Semua masalah bisa dirembukkan dengan mengedepankan kebersamaan.

So bagi saya kedua hal itu tidak masalah untuk didahulukan, tinggal timingnya saja yang tepat atau tidak. Jika didunia kerja profesional mengedepankan sikap kebersamaan bisa berdampak buruk terhadap image pribadi maupun perusahaan, maka anda harus mengedepankan sikap profesionalisme tentunya.

Jadi singkatnya pendapat saya, jika kita dalam organisasi profit, maka sikap yang benar adalah “mengedepankan profesionalisme, tanpa menyampingkan kebersamaan”, sedangkan jika kita diposisi bersama organisasi yang non-profit maka sikap yang pantas dimiliki adalah “mengedepankan kebersamaan tanpa meninggalkan keprofesionalismean”

Bagaimana? Apa anda sepakat dengan pendapat saya ini?

Apapun pendapat anda, saya hargai, karena setiap dari kita punya pola fikir dan cara pandang yang berbeda.

Syamsul 🙂

Ocehan Pertama

Malam ini aku susah banget untuk tidur, akhirnya aku putuskan untuk membuat sebuah blog baru dengan isinya yang khusus ocehan-ocehan terkait aktivitasku, kehidupan sosial yang kuamati, politik, olahraga, agama, masalah dilingkungan sekitar, share pengalaman ataupun hanya sekedar curhatan, intinya pure aku yang nulis deh diblog ini, :-).

Jika ada yang mampir, Semoga bermanfaat yach, 😀

Syamsul

Mess #JOB Pertamina-Talisman Jambimerang